Nyaris Pulang ke San Siro! Allegri Gagalkan Kepulangan Thiago Silva Meski Sudah Direstui Zlatan
Thiago Silva hampir kembali mengenakan seragam AC Milan. Pada tahap akhir pembicaraan, bek legendaris asal Brasil itu sudah membuka pintu untuk pulang ke San Siro. Namun pada akhirnya, Massimiliano Allegri menghentikan proses tersebut dan menggagalkan kepulangan Silva.
Antonio Cassano mengungkap fakta ini dengan menyebut Allegri secara langsung menolak rencana perekrutan, meski manajemen klub dan Zlatan Ibrahimovic telah menyatakan persetujuan penuh.
Konsisten dan Berpengaruh Meski Usia Tak Muda Lagi
Sepanjang musim lalu, Thiago Silva terus menunjukkan kualitasnya di level tertinggi. Ia tampil dalam 46 pertandingan bersama Fluminense di semua kompetisi. Selain itu, ia memimpin lini belakang dan membawa klub Brasil tersebut melaju hingga semifinal Piala Dunia Antarklub 2025.
Kemudian, pada awal Desember, Silva memutuskan mengakhiri kontraknya lebih cepat meski masih tersisa enam bulan. Keputusan ini ia ambil demi mengejar satu tantangan terakhir di sepak bola Eropa.
Zlatan Dorong Kepulangan Silva ke Milan
Di sisi lain, AC Milan muncul sebagai destinasi yang sangat serius. Cassano menjelaskan bahwa Zlatan Ibrahimovic, yang kini menjabat sebagai penasihat klub, secara aktif mendorong manajemen untuk merekrut Silva.
Menurut Zlatan, Silva merupakan opsi ideal. Ia siap datang dengan status bebas transfer, membawa pengalaman panjang, dan tidak membebani struktur gaji klub. Karena itu, manajemen menilai transfer ini sebagai langkah efisien dan strategis.
Allegri Fokus ke Pos Lain dan Menutup Peluang
Meski mendapat dukungan internal, keputusan akhir tetap berada di tangan Allegri. Pelatih Milan tersebut memilih mengalihkan fokus ke sektor lain, terutama lini depan.
Cassano menegaskan bahwa Allegri tidak memasukkan Silva dalam rencana teknis tim. Dengan sikap tersebut, Allegri secara tegas menutup peluang kepulangan bek Brasil itu ke Milan.
Silva Lakukan Pendekatan Langsung
Namun demikian, Thiago Silva tidak langsung menyerah. Ia mengambil inisiatif pribadi dengan menghubungi Allegri secara langsung sebagai bentuk keseriusan dan rasa hormat.
Akan tetapi, pendekatan itu tidak mengubah situasi. Allegri menjawab bahwa ia tengah memprioritaskan perekrutan striker. Setelah itu, pembicaraan pun berhenti dan rencana kepulangan Silva resmi berakhir.
Faktor Keluarga Menguatkan Keputusan ke Eropa Barat
Selain pertimbangan sepak bola, faktor keluarga turut memengaruhi langkah Silva. Ia ingin berada lebih dekat dengan London agar tetap dekat dengan keluarganya. Pada saat yang sama, putra sulungnya, Isago, baru saja menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Chelsea.
Karena alasan tersebut, Silva memilih klub yang secara geografis memudahkannya menjaga kedekatan dengan keluarga.
Porto Jadi Pilihan Akhir
Akhirnya, FC Porto berhasil mengamankan jasa Thiago Silva. Dalam pernyataan resmi klub, Silva menyampaikan rasa bangga dan antusiasmenya karena kembali bermain di Eropa pada level tertinggi.
Menariknya, kepindahan ini terasa simbolis. Porto merupakan klub Eropa pertama Silva pada musim 2004/05, meski saat itu ia lebih sering membela tim cadangan.
Target Jangka Pendek dan Ambisi Terakhir
Selanjutnya, Thiago Silva dijadwalkan menjalani debut bersama Porto saat menghadapi Santa Clara pada 5 Januari. Lebih jauh lagi, ia menargetkan penampilan konsisten di kompetisi Eropa.
Melalui langkah ini, Silva berharap tetap berada dalam radar tim nasional Brasil asuhan Carlo Ancelotti menjelang Piala Dunia 2026. Jika target itu tercapai, ia akan menutup kariernya dengan perjalanan yang utuh dan berkelas di sepak bola Eropa.
