Bocah 17 Tahun Ini Membuat Barcelona Optimistis Lagi: “Dro”, Berlian Terbaru La Masia yang Siap Meledak
Bocah 17 Tahun Ini Membuat Barcelona Optimistis Lagi “Dro”, Berlian Terbaru La Masia yang Siap Meledak
Barcelona sekali lagi menemukan alasan untuk percaya pada masa depan. Di tengah ketatnya persaingan sepak bola Eropa, akademi legendaris La Masia kembali menghadirkan talenta yang mampu mengubah arah pembicaraan.
Setelah sebelumnya dunia menyaksikan lahirnya Pep Guardiola, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, hingga Lionel Messi, kini generasi baru mulai mengambil alih panggung. Lamine Yamal memang sudah lebih dulu mencuri sorotan, namun seiring waktu, satu nama lain ikut naik ke permukaan: Pedro Fernandez Sarmiento, atau yang dikenal sebagai “Dro.”
Pada usia 17 tahun, ia tidak sekadar hadir sebagai pelengkap. Sebaliknya, ia mulai memantapkan dirinya sebagai bagian dari rencana besar Barcelona.
Dari Nama Panggilan Keluarga ke Panggung Besar
Dro tidak lahir dari strategi pencitraan. Sebaliknya, julukan itu tumbuh secara alami sejak masa kanak-kanak.
“Ketika kecil, kakak saya belum bisa mengucapkan ‘Pedro’,” kata Dro. “Karena itu, dia memanggil saya ‘Dro’, dan nama itu terus melekat sampai sekarang.”
Sementara kisah namanya sederhana, performanya di lapangan berbicara sebaliknya. Dro menembus tim utama Barcelona saat usianya masih belasan tahun dan mulai membela tim nasional Spanyol di level junior.
Hansi Flick Melihat Sesuatu yang Berbeda
Sejak mengambil alih Barcelona pada 2024, Hansi Flick langsung membangun reputasi sebagai pelatih yang berani memberi panggung bagi pemain muda. Ia menilai kualitas berdasarkan kemampuan, bukan usia.
“Dia pemain hebat dan terus berkembang,” ujar Flick. “La Masia kembali menunjukkan betapa penting peran akademi bagi klub ini.”
Di bawah arahannya, pemain seperti Fermin Lopez, Alejandro Balde, Marc Casado, Pau Cubarsi, dan Lamine Yamal melangkah maju dengan pesat. Kini, Dro mengikuti jalur yang sama dan berpotensi melampaui ekspektasi.
Galicia Membentuk Karakter, Futsal Membentuk Teknik
Dro lahir pada 12 Januari 2008 di Nigran, sebuah kota pesisir di Galicia. Ayahnya berasal dari Spanyol, sementara ibunya berdarah Filipina. Sejak usia empat tahun, ia mulai bermain sepak bola bersama Val Minor, klub lokal yang dikenal melahirkan pemain teknis.
Awalnya, ia tidak langsung menunjukkan kenyamanan. Namun, berkat dukungan keluarganya, terutama sang ibu, Dro terus mencoba. Pelatih pertamanya, Javier Lago, mengingat momen penting itu.
“Ketika ia kembali ke lapangan, dua sentuhan bola langsung menunjukkan bahwa ia berbeda,” ujarnya.
Selain itu, Dro mengasah kemampuannya lewat futsal, sebuah jalur umum bagi talenta Galicia. Melalui futsal, ia membangun kontrol bola, kelincahan, dan keberanian dalam ruang sempit.
Barcelona Bergerak Cepat, Madrid Tertinggal
Perkembangan Dro menarik perhatian Jose Antonio Covelo, pencari bakat Barcelona. Sejak saat itu, Barca terus memantau progresnya secara intensif.
Ketika Dro menginjak usia 14 tahun, persaingan pun muncul. Real Madrid dan Real Betis ikut mencoba mendekat. Namun, Barcelona bergerak lebih cepat dan berhasil mengamankan tanda tangannya.
Sejak hari pertama di La Masia, Dro langsung mencuri perhatian. Ia bermain melawan lawan yang lebih tua dan tetap mendominasi permainan. Dengan demikian, ia memperjelas bahwa Barcelona membuat keputusan yang tepat.
Treble Juvenil dan Jalan Terbuka ke Tim Utama
Hanya dalam dua musim, Dro menembus skuad Juvenil A. Selanjutnya, pada musim 2024/25, ia ikut membantu tim U-19 Barcelona mencetak sejarah.
Di bawah kepemimpinan Juliano Belletti, Juvenil A meraih treble: liga, Copa del Rey, dan UEFA Youth League. Dro memang tidak selalu menjadi starter, tetapi ia memberi kontribusi nyata, termasuk mencetak gol di fase grup dan tampil di partai final.
Karena konsistensinya, pintu menuju tim utama pun terbuka semakin lebar.
Debut Senior yang Mengubah Segalanya
Musim panas 2025 menjadi titik balik. Flick memanggil Dro ke tur pramusim Asia dan memberinya kesempatan nyata.
Ketika Barcelona menghadapi Vissel Kobe, Dro masuk sebagai pemain pengganti. Tak lama kemudian, ia mencetak gol spektakuler melalui tendangan voli dari luar kotak penalti dan menutup kemenangan 3-1.
“Saya hanya melakukan apa yang diminta pelatih,” ujar Dro. “Saya mencoba bermain lepas dan percaya diri.”
Sejak momen itu, namanya mulai ramai dibicarakan.
Langkah Mantap di La Liga dan Liga Champions
Cedera memang sempat menunda debut kompetitifnya. Namun, Dro akhirnya tampil di La Liga saat Barcelona menghadapi Real Sociedad. Dalam laga itu, ia bermain tenang dan mencatat akurasi umpan lebih dari 90 persen.
Beberapa pekan kemudian, ia kembali mencatat sejarah. Saat menghadapi Olympiakos di Liga Champions, Dro mencatat assist dan masuk daftar pemain termuda yang melakukannya di kompetisi tersebut.
Karena itu, publik mulai melihatnya bukan lagi sebagai prospek, melainkan sebagai bagian dari masa kini.
Gelandang Modern dengan Keberanian Tinggi
Dro biasa bermain sebagai gelandang nomor delapan, namun ia juga mampu mengisi peran gelandang serang atau sayap kiri. Ia mengandalkan dribel, visi umpan, serta kecerdasan membaca ruang.
“Saya menikmati permainan,” katanya. “Saya ingin bermain bebas dan berani.”
Pendekatan itu membuatnya terlihat nyaman bahkan di laga-laga besar.
Perbandingan Besar dan Harapan Tinggi
Pujian terus mengalir dari para pelatih lamanya. Javier Mino menyebutnya setara dengan Thiago Alcantara. Sementara itu, Luis Perez melihat kemiripan kuat dengan Andres Iniesta.
Perbandingan tersebut memang berat. Namun, kemampuan Dro dalam mengontrol tempo, berpikir cepat, dan bermain di berbagai posisi membuat harapan itu terasa masuk akal.
Kontrak Baru dan Masa Depan Blaugrana
Ketertarikan dari klub-klub Liga Primer memang muncul. Meski demikian, Barcelona berencana mengamankan masa depan Dro dengan kontrak jangka panjang saat ia genap berusia 18 tahun.
Di bawah arahan Flick dan di tengah jadwal padat yang menuntut rotasi, kesempatan Dro untuk berkembang semakin terbuka. Pada akhirnya, Barcelona kembali menaruh kepercayaan pada La Masia.
Jika perkembangan ini terus berlanjut, Pedro “Dro” Fernandez Sarmiento bukan hanya prospek. Ia berpotensi menjadi bab penting berikutnya dalam sejarah panjang Barcelona.
