Paul Pogba Comeback, Tapi Mimpi Kembali ke Timnas Prancis Hampir Padam
Paul Pogba Comeback, Tapi Mimpi Kembali ke Timnas Prancis Hampir Padam
Paul Pogba akhirnya kembali bermain sepak bola setelah melewati masa vakum yang panjang. Gelandang berusia 32 tahun itu menjalani debut bersama AS Monaco pada November lalu dan mengakhiri penantian selama lebih dari dua tahun. Namun demikian, kembalinya Pogba ke lapangan hijau belum cukup kuat untuk membuka pintu menuju tim nasional Prancis.
Sejumlah pengamat menilai peluang Pogba kembali mengenakan seragam Les Bleus sangat kecil, bahkan nyaris tertutup.
Frank Leboeuf Angkat Bicara: “Itu Paling Tinggi Lima Persen”
Di tengah euforia comeback Pogba, Frank Leboeuf justru menyampaikan penilaian yang lugas. Mantan bek timnas Prancis itu menyebut Didier Deschamps hampir tidak memiliki alasan untuk kembali memanggil Pogba.
Leboeuf menilai peluang Pogba masuk skuad Prancis hanya sekitar lima persen. Bahkan, ia menambahkan candaan bahwa peluang Zinedine Zidane kembali bermain sama besarnya dengan kemungkinan Pogba kembali ke tim nasional.
Dengan pernyataan tersebut, Leboeuf menegaskan bahwa sepak bola internasional saat ini lebih mengutamakan konsistensi daripada nama besar.
Pogba Pernah Jadi Pilar Utama di Era Keemasan
Meski begitu, Pogba tetap memiliki tempat istimewa dalam sejarah sepak bola Prancis. Ia memegang peran penting saat Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 dan mencetak gol di final melawan Kroasia.
Pada masa itu, Didier Deschamps mempercayai Pogba sebagai pengatur permainan utama. Namun seiring waktu, dinamika tim berubah dan tuntutan fisik serta stabilitas performa semakin meningkat.
Penurunan Karier: Cedera, Tekanan, dan Kasus Doping
Setelah kembali ke Manchester United pada 2016 dengan nilai transfer fantastis, Pogba gagal menunjukkan performa konsisten. Cedera berulang dan tekanan besar membuat kiprahnya di Old Trafford berjalan tidak maksimal.
Kemudian, saat Pogba pulang ke Juventus pada 2022, harapan kebangkitan sempat muncul. Akan tetapi, masalah cedera kembali menghambat langkahnya. Situasi memburuk ketika ia tersandung kasus doping pada 2023, yang membuatnya menerima larangan bermain cukup lama meski kemudian berhasil dikurangi melalui banding.
Akibatnya, Juventus memutus kontraknya dan Pogba harus mencari awal baru.
Monaco Jadi Titik Awal, Sekaligus Ujian Terbesar
Setelah berstatus tanpa klub selama beberapa bulan, Pogba memilih AS Monaco sebagai tempat membangun ulang kariernya. Ia menjalani debut pada 22 November dan menunjukkan tekad untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Namun demikian, waktu tidak sepenuhnya berpihak padanya. Usia Pogba kini berada di atas 30 tahun, sementara timnas Prancis dipenuhi gelandang muda yang tampil stabil dan bugar sepanjang musim.
Deschamps Bersikap Realistis dan Enggan Berjanji
Sementara itu, Didier Deschamps mengambil pendekatan yang hati-hati. Ia menegaskan bahwa Pogba harus membuktikan kemampuannya bersama Monaco sebelum berbicara soal tim nasional.
Menurut Deschamps, langkah terpenting saat ini adalah memastikan Pogba kembali bermain secara reguler. Setelah itu, barulah peluang lain bisa terbuka, meski tidak ada jaminan apa pun.
Pogba Fokus pada Realita, Bukan Nostalgia
Di sisi lain, Pogba menunjukkan sikap realistis. Ia menyadari bahwa dirinya masih jauh dari level yang dibutuhkan untuk kembali ke tim nasional Prancis.
Oleh karena itu, ia memilih memusatkan perhatian pada kebugaran dan kontribusinya bersama Monaco. Ia juga mengakui bahwa kegagalan tampil impresif di level klub akan otomatis menutup peluang kembali ke Les Bleus.
Antara Masa Lalu Gemilang dan Tantangan Masa Kini
Pogba telah meraih Piala Dunia dan UEFA Nations League bersama Prancis. Namun, sepak bola tidak memberi ruang besar bagi nostalgia. Performa terkini tetap menjadi penentu utama.
Kini, memasuki jeda musim dingin Ligue 1, Pogba berada di fase krusial kariernya. Ia harus membuktikan bahwa comeback ini bukan sekadar akhir cerita, melainkan peluang terakhir untuk membalikkan keadaan.
Pada akhirnya, lapangan akan menjawab segalanya. Nama besar saja tidak lagi cukup.
