Morgan Rogers Bangkit dan Mengguncang Liga Inggris Dari Cemoohan Fans ke Pilar Aston Villa
Morgan Rogers langsung mencuri perhatian ketika ia mencetak dua gol penentu kemenangan Aston Villa atas Manchester United dengan skor 2-1 di Villa Park, Minggu lalu. Melalui penampilan tersebut, Rogers tidak hanya memastikan tiga poin penting bagi timnya, tetapi juga menegaskan konsistensi performanya di musim 2025/26 dengan torehan tujuh gol di Liga Premier.
Tekanan Berat di Awal Musim
Pada awal musim, Aston Villa tampil tersendat dan gagal meraih kemenangan dalam lima laga pembuka. Situasi itu turut menyeret Morgan Rogers ke dalam sorotan tajam. Para pendukung bahkan menyuarakan kekecewaan secara terbuka saat Rogers tampil di Liga Europa melawan Bologna, karena mereka menilai permainannya kurang rapi dan terlalu berisiko.
Villa Menjawab Kritik dengan Rentetan Kemenangan
Namun demikian, Aston Villa merespons tekanan tersebut dengan cara yang meyakinkan. Tim asuhan Unai Emery kini mencatat sepuluh kemenangan beruntun di semua kompetisi. Selain itu, dua gol Rogers ke gawang Manchester United memperpanjang catatan impresifnya, setelah sebelumnya ia juga mencetak dua gol dalam kemenangan dramatis 3-2 atas West Ham.
Kepercayaan Thomas Tuchel yang Menuai Perhatian
Seiring meningkatnya performa di level klub, Rogers juga menerima kepercayaan besar di tim nasional Inggris. Selama jeda internasional pada September, Oktober, dan November, Thomas Tuchel secara konsisten menempatkan Rogers sebagai gelandang serang utama. Bahkan, pelatih asal Jerman itu lebih memilih Rogers dibandingkan Jude Bellingham, Cole Palmer, dan Phil Foden, sebuah keputusan yang memicu perdebatan publik.
Fokus Berkembang di Tengah Persaingan
Meski menghadapi persaingan ketat, Rogers memilih bersikap tenang dan fokus pada pengembangan diri.
“Pertama-tama, saya hanya berusaha meningkatkan performa saya sendiri dan tampil konsisten di setiap pertandingan. Selain itu, saya menikmati persaingan karena kualitas pemain di tim nasional sangat tinggi,” ujar Rogers kepada BBC Sport.
Ia kemudian menegaskan bahwa kerja keras menjadi prinsip utamanya.
“Pada akhirnya, saya bermain untuk mencapai potensi terbaik saya. Saya terus bekerja keras setiap hari. Kadang hasilnya terlihat, kadang tidak, tetapi saya selalu melangkah maju,” tambahnya.
Konsistensi Menjadi Kunci Kebangkitan Villa
Ketika ditanya mengenai kebangkitan Aston Villa hingga menembus peringkat ketiga klasemen Liga Premier, Rogers menekankan pentingnya kesetiaan pada proses. Saat ini, Villa hanya terpaut tiga poin dari Arsenal menjelang Natal.
“Kami tetap melakukan hal yang sama. Namun, kami bekerja lebih keras, memperbaiki detail kecil, dan saling mendukung sebagai satu tim. Karena itu, hasil positif mulai berdatangan,” jelas Rogers.
Tetap Membumi di Tengah Persaingan Gelar
Meskipun Villa berada di papan atas, Rogers menolak larut dalam euforia. Sebaliknya, ia memilih menjaga fokus tim.
“Orang-orang di luar yang membicarakan gelar. Kami sendiri hanya memikirkan pertandingan berikutnya dan bagaimana cara memenangkannya,” tegasnya.
Ujian Berat Menanti di Akhir dan Awal Tahun
Selanjutnya, Rogers harus menunggu hingga Maret untuk kembali mengenakan seragam Inggris saat Three Lions menghadapi Uruguay dan Jepang dalam laga persahabatan. Sementara itu, ia akan mengalihkan seluruh perhatiannya pada Aston Villa.
Menjelang pergantian tahun, Villa akan menghadapi rangkaian laga berat. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Chelsea dan Arsenal sebelum menutup tahun 2025. Setelah itu, Villa akan membuka tahun baru dengan menjamu Nottingham Forest dan melawat ke kandang Crystal Palace, rangkaian pertandingan yang akan menguji konsistensi dan ambisi mereka di Liga Premier.
