Romelu Lukaku Meledak Saya Sudah Dicoret, Sekarang Lihat Siapa yang Tertawa Terakhir
Romelu Lukaku akhirnya bicara blak-blakan soal selebrasi eksplosifnya saat membawa Napoli menjuarai Serie A. Bagi striker Belgia ini, gol yang ia cetak dalam laga terakhir melawan Cagliari bukan sekadar penentu kemenangan—itu menjadi simbol pembalasan terhadap mereka yang selama ini meremehkannya.
Di Bawah Conte, Romelu Lukaku Membungkam Semua Kritik
Dengan Antonio Conte di pinggir lapangan, Napoli mengakhiri musim dengan cara luar biasa. Lukaku mencetak gol penutup yang memperlebar keunggulan setelah Scott McTominay membuka skor. Napoli akhirnya unggul satu poin atas Inter Milan dan merebut Scudetto secara dramatis.
Dalam wawancara eksklusif dengan La Gazzetta dello Sport, Lukaku menjelaskan alasan di balik selebrasi intensnya.
“Saya sempat melakukan nutmeg juga (tertawa), tapi selebrasi itu lebih dari sekadar teknik. Saya melakukannya karena marah. Selama tiga tahun terakhir, orang-orang menganggap saya selesai. Mereka sudah mencoret nama saya. Tapi saya tidak pernah menyerah. Sekarang, saya membuktikan bahwa mereka salah,” ujar Lukaku.
Dia juga menegaskan bahwa kemenangan ini terasa lebih istimewa karena ia melakukannya bersama Conte, pelatih yang sempat mengalami nasib serupa setelah meninggalkan Tottenham.
“Saya tahu kami bisa melakukan sesuatu yang besar. Banyak yang meragukan kami, tapi kami tetap percaya dan terus bekerja.”
Reuni Dua Sosok Terbuang: Lukaku & Conte Bangkit Bersama
Setelah sukses bersama Inter Milan pada musim 2020/21, Lukaku dan Conte berpisah. Lukaku kembali ke Chelsea namun gagal bersinar, sementara Conte meninggalkan Tottenham dengan reputasi yang tercoreng. Meskipun begitu, keduanya tidak kehilangan keyakinan.
Mereka bertemu kembali di Napoli, lalu membangun tim juara dari awal. Lukaku bahkan mengaku ia secara pribadi meminta Conte agar tidak meninggalkan klub pada akhir musim 2024/25.
“Kami punya sesuatu yang belum selesai,” kata Lukaku menegaskan komitmennya.
Langkah Selanjutnya: Pertahankan Gelar dan Buktikan Konsistensi
Setelah pesta juara, Napoli langsung mengalihkan fokus ke musim depan. Mereka akan membuka Serie A 2025/26 pada 23 Agustus dengan menghadapi Sassuolo. Conte dan Lukaku kini tidak hanya ingin mengulang prestasi—mereka ingin menciptakan dinasti.
Dengan semangat pembuktian yang belum padam, Napoli menatap musim baru dengan percaya diri penuh.
